Kamis, 31 Oktober 2013

TULISAN 2 PSIKOLOGI MANAJEMEN

Nama: Elsie sasda
Npm: 12511418
Kelas: 3 PA 05



Tulisan 1



Manajer


Secara umum manajer berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya- sumber daya organisasi lainnya. Seperti halnya manajemen dapat diketemukan disemua organisasi manusia, manajer ada dalam semua tipe organisasi. Ada banyak tipe manajer dengan tugas- tugas dan tanggung jawab yang berbeda- beda.
Dibawah ini adalah uraian beberapa tugas- tugas penting yang di laksanakan manajer:
  1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain. Mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer- manajer lainnya dalam organisasi.
  2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan- tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas- prioritas. Setiap manajer aka menghadapi sejumlah tujuan, masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk memperebutkan sumberdaya- sumberdaya organisasi ( manusia, material, atau bahkan waktu manajer).
  3. Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan- pekerjaan tertentu secara sukses.
  4. Manajer harus berpikir secara analitis dan konsepsual. Untuk menjadi pemikir yang analitis, manajer harus mampu merinci dan memisah- misahkan suatu masalah menjadi komponen- komponen masalah, menganalisa komponen- komponen tersebut, dan kemudian mencari penyelesaian yang layak ( feasible) dengan akurat.
  5. Manajer adalah seorang mediator. Organisasi terdiri dari orang- orang dan kadang- kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Hal ini menuntut manajer sebagai mediator ( penengah )
  6. Manajer adalah seorang politisi. Manajer harus mengembangkan hubungan- hubungan baik untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan- kegiatan usulan- usulan atau keputusan- keputusannya.
  7. Manajer adalah seorang diplomat. Manajer juga mungkin mewakili organisasi dalam berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat, pemerintah, atau personalia organisasi lain.
  8. Manajer mengambil keputusan- keputusan sulit. Manajer adalah orang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil berbagai keputusan yang akurat.

Tulisan 2

Proses Perencanaan


Perencanaan terjadi di semua tipe kegiatan. Perencanaan adalah proses dasar di mana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Dalam perencanaan, manajer memutuskan apa yang harus di lakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya, dan siapa yang melakukannya. Jadi perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus di lakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat di capai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.

Empat tahap dasar perencanaan:
  1. Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya- sumber dayanya secara tidak efektif.
  2. Merumuskan keadaan saat ini. Tahap ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data statistik yang di dapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
  3. Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Walaupun sulit dilakukan, antisapi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
  4. Mengembangkan rencana atau serangkaian keiatan untuk pencapaian tujuan. Meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif- alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik ( paling memuaskan ) di antara berbagai alternatif yang ada.

TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN 2

Pengorganisasian struktur manajemen

a. Defenisi pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya- sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.

Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam- macam pengertian, istilah tersebut dapat digunakan untuk menunjukan hal- hal berikut.
  1. Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya sumber daya keuangan, phisik, bahan baku, dan tenaga kerja organisasi.
  2. Bagaimana organisasi mengelompokan kegiatan-kegiatannya, dimana setiap pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.
  3. Hubungan- hubungan antara fungsi- fungsi, jabatan- jabatan, tugas- tugas dan para kaeryawan.
  4. Cara dalam mana para manajer membagi lebih lanjut tugas- tugas yang harus di laksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokan dan mengatur serta membagi tugas- tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.

b. Definisi struktur organisasi

Struktur organisasi didefinisikan sebagai mekanisme- mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan- hubungan di antara fungsi- fungsi, bagian- bagian atau posisi- posisi, maupun orang- orang yang menunukan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda- beda dalam suatu organisasi.

c. Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen

  1. Penentuan sumber daya- sumber daya dan kegiatan- kegiata yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa hal- hal tersebut kearah tujuan.
  3. Penugasan tanggung jawab tertentu dan kemudian,
  4. Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu- individu untuk melaksanakan tugas- tugasnya. 

Actuating dalam manajemen

a. Definisi actuating

Actuating yakni menggerakan orang lain dalam arti umum. Penggerakan pada hakekatnya merupakan suatu usaha menggerakan orang atau orang- orang untuk suka dan dapat bekerja untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan secara efektif dan efisien.
Actuatung memaparkan bahwa menggerakan orang lain mempunyai fungsi dan tujuan tertentu serta membutuhkan kepemimpinan yang baik, komunikasi dan rentang kendali menjadi sangat penting dalam suksesnya penggerakan ini, misalnya dapat dilihat melalui kepuasan, motivasi, dan kadar konflik para bawahan.

b. Pentingnya actuating

  1. Mempengaruhi seseorang ( orang- orang ) supaya bersedia menjadi pengikut.
  2. Menaklukan daya tolak seseorang ( orang- orang)
  3. Membuat seseorang atau orang- orang suka mengerjakan tugas dengan lebih baik.
  4. Mendapatkan, memelihara, dan memupuk kesetiaan pada pemimpin, tugas dan organisasi tempat mereka bekerja.
  5. Menanmkan, memelihara dan memupuk rasa tanggung jawab seseorang atau orang- orang terhadap Tuhannya, negara dan masyarakat.

c. Prinsip actuating

  1. Memperlakukan manusia dengan sebaik-baiknya
  2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
  3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
  4. Menghargai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna
  5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
  6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
  7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Mengendalikan fungsi manajemen

a. Defenisi mengendalikan ( controlling)

Pengawasan atau controlling adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah di laksanakan sesuai dengan yang telah di tetapkan. Hal ini dapat positif maupun negatif. Pengawasan positif mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi di capai dengan efisien dan efektif. Pengawasan negatif mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak di inginkan atau dibutuhkan tidak terjadi atau terjadi kembali.

b. Langkah- langkah dalam kontrol

  1. Mengukur hasil dan prestasi yang di capai.
  2. Membandingkan hasil yang dicapai dengan hasil yang diinginkan ( standar ) dan mencari penyimpangan. kalau ada.
  3. Memperbaiki penyimpangan tersebut.

c. Tipe- tipe kontrol

  1. Pengawasan pendahuluan ( fedforward control ) atau sering di sebut steering cotrols, dirancang untuk mengantisipasi masalah- masalah atau penyimpangan- penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi di buat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu di selesaikan.
  2. Pengawasan yang di lakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan ( concurrent control ) sering di sebut pengawasan ya- tidak screening controls atau berhenti- terus di lakukan selama suatu kegiatan berlansung.
  3. Pengawasan umpan balik ( feedback control ), sering dikenal sebagai past- action controls mengukur hasil- hasil dari suatu kegiatan yang telah di selesaikan sebab- sebab penyimpangan dari rencana atau standar di tentukan, dan penemuan- penemuan diterapkan untuk kegiatan- kegiatan serupa dimasa yang akan datang. Pengawasan bersifat historis, pengukuran di lakukan setelah kegiatan terjadi.


d. Kontrol proses manajemen

Pengawasan berhubungan dengan dan menjadi bagian dari akibat ketiga fungsi manajemen lainnya. Makin erat jalinan hubungan makin efektif pengawasan di lakukan. Perencanaan mempunyai hubungan khusus dengan pengawasan. Pengawasan di lakkan untuk membantu terlaksananya kesepakatan tersebut. Kegagalan dalam pengawasan berarti kegagalan perencanaan, demikian pula sebaliknya.
Jadi prinsip pengawasan adalah bahwa pengawasan yang berhasil dapat membantu mengatur hasil yang di rencanakan supaya hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang telah di rencanakan tersebut.





Daftar pustaka:

 1. Handoko H. T. ( 2003 ). Manajemen edisi 2. Yogyakarta: Bpfe Yogyakarta

 2. http://www.google.com/url?q=http://xa.yimg.com/kq/groups/23216323/1075286689/name/Pengertian%2BManajemen.ppt&sa=U&ei=M1RwUtelB8eOrQfjtYCwAw&ved=0CBgQFjAAOB4&sig2=1Wuv7arBP5mamuQKmP1gyA&usg=AFQjCNHJsG0PIw5k_ID6jbR1XhaYVK6NcQ

3. http://www.indonesian-publichealth.com/2013/03/manajemen-pengertian-dan-fungsinya.html

4. http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&cad=rja&ved=0CHMQFjAI&url=http%3A%2F%2Fcai.elearning.gunadarma.ac.id%2Fwebbasedmedia%2Fdownload.php%3Ffile%3Dpengawasan%2520sebagai%2520salah%2520satu%2520fungsi%2520manajemen.pdf&ei=QFZyUpetLIb_rAfIpIGgDQ&usg=AFQjCNHVqhRz1MJpCnV7iurrhl78bTzx8w&sig2=3JQlBOKwzPMd3KsEQ8JvMA&bvm=bv.55819444,d.bmk

Kamis, 10 Oktober 2013

Contoh Manajemen pada Diri Sendiri

    Manajemen tidak harus di lakukan pada orang lain. Manajemen juga bisa di lakukan pada diri sendiri, misalnya manajemen waktu.

    Sebagai seorang mahasiswa kita pasti mempunyai kegiatan yang padat, hal itu menyebabkan kita harus pintar mengatur waktu. Kalau tidak kita juga yang akan merasakan akibatnya.
Misalnya mengatur waktu antara kuliah, main, mengerjakan tugas dan lain sebagainya.
Apabila kita tidak bisa me-manajeri diri sendiri maka akibatnya kita juga yang akan rugi. Contohnya apabila kita keenakan main dan  tidak bisa membagi waktu antara main dan mengerjakan tugas maka menyebabkan tugas terbengkalai dan menumpuk, dan akhirnya kita juga malas mengerjakan, dan akibatnya berdampak pada perkuliahan kita dan kita juga yang akan rugi.

    Tidak hanya itu manfaat menajemen pada diri sendiri yaitu membuat kita menjadi lebih disiplin, teratur, dan percaya diri.

Contoh Manajemen

    Contoh pertama manajemen dalam kehidupan sehari- hari yaitu manajemen di komplek perumahan.
Manajemen tidak selalu ada di perkantoran atau di perusahaan- perusahaan lainya, tetapi di dalam kehidupan kita juga sering terjadi manajemen.
 Contohnya dalam suatu komplek tempat kita tinggal pasti ada yang namanya RT ( Rukun Tetangga ) ataupun RW ( Rukun warga ) yang di beri kepercayaan oleh warga sekitar untuk mengatur, menggerakan, mengkoordinasi warga- warganya demi tercapainya suatu tujuan tertentu.

    Pengertian manajemen itu sendiri adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha- usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya- sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan.
Ketua RT dan RW dipilih lansung oleh warga, di dalam lingkungan ini ketua RT atau RW disebut dengan manajer, karena mereka di berikan tanggung jawab oleh warga sekitar untuk memimpin ligkungan tempat tinggal mereka agar tercapainya suatu tujuan tertentu.

    Menjadi ketua RT atau RW haruslah aktif dan bisa mempersatukan warga- warganya dan membuat lingkungan tempat tinggal nyaman dan aman dengan ide- ide atau gagasan yang mereka punya.
Misalnya setiap hari minggu di adakan minggu pagi bersih yang di lakukan oleh warga sekitar yang  gunanya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya itu manfaat lain dari kegiatan itu juga menjaga silaturahmi antar warga di sekitar,.
Disini ketua RT atau RW selaku manajer telah melakukan manajemen karena sudah melaksanakan suatu perencanaan, mengajak atau menggerakkan anggota organisasi yaitu warga untuk mendapatkan suatu tujuan tertentu yaitu lingkungan yang bersih dan membuat silaturahmi antar warga tetap terjaga.

Senin, 07 Oktober 2013

Psikologi Manajemen

Nama : Elsie sasda
Npm  : 12511418
Kelas : 3 PA 05

I. Psikologi manajemen

1. Apa itu manajemen?

    Istilah manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan- kegiatan kerja agar di selesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
Efisiensi merupakan bagian penting manajemen. Efisiensi itu mengacu pada hubungan antara masukan dan keluaran. Seandainya anda mampu mendapatkan lebih banyak keluaran dan sejumlah tertentu masukan anda telah meningkatkan efisiensi.
Efektivitas seringkali dilukiskan sebagai melakukan hal- hal yang tepat, artinya kegiatan kerja yang akan membantu organisasi tersebut mencapai sasarannya. Sementara efisiensi itu lebih memperhatikan sarana- sarana melaksanakan segala sesuatunya, efektivitas itu berkaitan dengan hasil akhir atau pencapaian sasaran- sasaran organisasi.
    Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Bila di lihat dari literatur- literatur yang ada, pengertian  manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
1. manajemen sebagai suatu proses
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni ( art )
Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut:
  1. Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu 
      dilaksanakan dan di awasi.
  2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan- kegiatan orang 
      lain, mengawasi usaha- usaha yang di lakukan individu untuk mencapai tujuan.
  3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah di tentukan terlebih dahulu dengan 
      melalui kegiatan orang lain.
Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang- orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. kolektivitas atau kumpulan orang- orang inilah yang di sebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen di hubungkan dengan prinsip- prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari:
  1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa  
      manajemen  yaitu seni dan ilmu juga Henry fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O'donnel   
      dan Geroge R Terry.
  2. Marry Parker Follett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan 
      pekerjaan melalui orang lain.
   
    Dari definisi di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa manejemn yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu.

2. Sebutkan jenis manajemen ?

  1.  Manajemen administratif
       Lebih berurusan dengan Penentuan tujuan dan kemudian perencanaan, penyusunan 
       kepegawaian, personalia, dan pengawasan kegiatan- kegiatan yang terkoordinasi untuk 
       mencapai  tujuan.
  2. Manajemen operatif
      Lebih mencakup kegiatan memotivasi, supervisi, dan komunikasi dengan para karyawan untuk 
      mengarahkan mereka mencapai hasil- hasil secara efektif.

3. Apa itu kepemimpinan?

    Beberapa pendapat tentang pemimpin dan kepemimpinan dapat diungkapkan dari definisi- definisi sebagai berikut:
  1. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju kearah penentuan 
      tujuan dan mencapai tujuan ( leadership is the process of influencing group activities toward goal 
      setting and goal achievement ).
  2. Kepemimpinan adalah proses dimana seseorang berusaha menggunakan pengaruh 
      kemasyarakatannya, terhadap para anggota sesuatu kelompok. jadi pemimpin adalah orang yang 
      dengan daya kekuatannya terhadap orang lain melakukan wewenangnya untuk tujuan 
      mempengaruhi tatalaku mereka.
  3. Pemimpin adalah pengaruh antar personal yang di laksanakan dalam suatu keadaan yang di 
      tujukan untuk mencapai suatu tujuan khusus, melalui proses komunikasi.
  4. Prof. F. P. Brassor memberi definisi kepemimpinan adalah proses dimana seorang pelaksana 
      memberi petunjuk- pengarahan, pembinaan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain agar 
      memilih atau mencapai maksud dan tujuan tertentu.
Jadi pada hakikatnya esensi kepemimpinan adalah:
  1. kemampuan mempengaruhi tatalaku orang lain, apakah dia pegawai bawahan, rekan sekerja atau 
      atasan.
  2. adanya pengikut yang dapat di pengaruhi baik oleh ajakan, anjuran, bujukan, segesti, perintah, 
      sasaran atau bentuk lainnya.
  3. adanya tujuan yang hendak di capai.
Kepemimpinan merupakan pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan beberapa dari kegiatan anggota kelompok dan sebaliknya bahwa anggota kelompok atau bawahan secara tidak lansung mengarahkan kegiatan pemimpin. Kepemimpinan di samping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai pengaruh. Dengan kata lain seoarang pemimpin tidak dapat mengatakan kepada bawahan apa yang harus di kerjakan tapi juga mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintah pemimpin.


II. Perencanaan dan penerapan manajemen

1. Pengertian perencanaan

    Merencanakan merupakan suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun strategi menyeluruh untuk mencapai sasaran yang di tetapkan dan mengembangkan hierarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinaskan kegiatan.
    Perencanaan dapat di rumuskan lebih lanjut di pandang dari segi apakah formal atau informal. Dalam perencanaan informal tidak ada apa pun yang di tulis, dan sedikit atau tidak ada penyampaian sasaran- sasaran kepada orang- orang lain di organisasi itu. Perencanaan formal sasarannya terperinci dirumuskan dan mencakup periode bertahun- tahun. Sasaran- sasaran ini ditulis dan di umumkan kepada anggota- anggota organisasi akhirnya terdapat program- program terperinci untuk mencapai sasaran- sasaran itu.
    Perencanaan adalah proses dasar dimana manajemen memutusakan tujuan dan cara mencapainya.
Perencanaan memantapkan usaha yang terkoordinasi. Rencana memberi arah kepada para menejer dan juga non manajer. Ketika para karyawan mengetahui ke mana arah organisasi itu dan apa yang harus mereka sumbangkan untuk mencapai sasaran tersebut, mereka dapat mengkoordinasikan kegiatan- kegiatan mereka, bekerja sama satu sama lain dan bekerja dalam tim. Tanpa perencanaan, departemen- departemen mungkin bekerja dengan tujuan yang saling bertentangan dan menghambat organisasi untuk bergerak secara efisien menuju sasaran- sasarannya.

2. Manfaat perencanaan
   
    1. membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan- perubahan lingkungan.
    2. membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah- masalah utama.
    3. memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
    4. membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.
    5. memebrikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
    6. memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
    7. membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
    8. meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
    9. mengehmat waktu, usaha dan dana.

3. Jenis perencanaan dalam organisasi

  1. Berdasarkan jangka waktu
      a. Perencanaan jangka panjang ( perspektif )
          mempunyai rentang waktu antara 10 sampai 25 tahun.
      b. Perencanaan jangka menengah
          mempunyai rentang waktu antara 4 sampai 6 tahun.
      c. Perencanaan jangka pendek
          mempunyai rentang waktu 1 tahun biasanya disebut juga rencana operasional tahunan. Jika di 
          bandingkan dengan rencana perspektif dan jangka menengah rencana jangka pendek biasanya 
          lebih akurat, karena melihat masa depan dalam jangka yang lebih pendek lebih mudah dari  
          pada masa depan dalam jangka yang lebih panjang.
  2. Berdasarkan sifat perencanaan
      a. Perencanaan dengan komando
          Perencanaan ini tidak menghendaki adanya liberalisme. Pada sistem ini ada suatu penguasa 
          pusat yang merencanakan, mengatur dan memerintahkan pelaksanaan rencana sesuai dengan 
          sasaran dan prioritas yang telah di tetapkan sebelumnya.
      b. Perencanaan dengan ransangan
          Merupakan sistem perencanaan yang demokratis, di lakukan dengan cara memanipulasi pasar. 
          Tidak ada keharusan, tetapi ajakan. Ada kebebasan berusaha, kebebasan berkonsumsi, dan 
          kebebasan berproduksi.
  3. Berdasarkan alokasi sumber daya
      a. Perencanaan keuangan
      b. Perencanaan fisik
          Suatu usaha untuk menjabarkan usaha pembangunan melalui pengalokasikan faktor produksi 
          dan hasil produksi sehingga memaksimalkan pendapatan pekerjaan. 
  4. Berdaarkan tingkat keluwesan
      a. Perencanaan indikatif
          Perencanaan jenis ini bersifat luwes. Perencanaan indikatif adalah ekonomi campuran ala 
          perancis dan sama sekali berbeda dengan tipe perencanaan yang berlaku pada ekonomi 
          campuran lainnya di dunia.
      b. Perencanaan imperatif
          Perencanaan imperatif semua kegiatan dan sumber daya ekonomi berjalan menurut komando 
          negara. Ada pengawasan menyeluruh oleh negara terhadap faktor produksi.
  5. Berdasarkan sistem ekonomi
      a. Perencanaan dalam kapitalisme
          Perencanaan ini tidak di sandarkan pada rencana yang terpusat. Dengan tiadanya rencana pusat 
          maka alat- alat produksi bisa dimiliki secara pribadi. Produksi juga dilaksanakan oleh 
          perusahaan swasta.
      b. Perencanaan dalam sosialisme
          Didasarkan pada rencana yang terpusat. Ada penguasa atau badan perencanaan pusat yang 
          merumuskan rencana bagi keseluruhan.
      c. Perencanaan dalam ekonomi campuran
          Perekonomian campuran merupakan gabungan dua sistem ekonomi kapitalisme dan 
          sosialisme. Sistem ini merupakan sistem yang bebas dari kejelekan ka[italisme dan sosialisme  
          tetapi menyatupadukan segi- segi baiknya.
  6. Berdasarkan cara pelaksanaannya
      a. Perencanaan sentralistik
          Pada perencanaan sentralistik keseluruhan proses perencanaan suatu negara berada di bawah 
          badan perencanaan pusat. Badan ini merumuskan suatu rencana pusat, menetapkan tujuan, 
          sasara dan prioritas untuk setiap sektor perekonomian.
      b. Perencanaan Desentralistik
          Mengacu pada pelaksanaan rencana dari bawah. Pada perencanaan desentralistik ini harga 
          barang dan jasa terutama di tentukan oleh mekanisme pasar.


Daftar pustaka:
1. Handoko H. T. ( 2003 ). Manajemen edisi 2. Yogyakarta: Bpfe Yogyakarta
2. Robbins, S dan Coulter, M. ( 2004 ). Manajemen jilid 2. Jakarta: Index
3. Robbins, S dan Coulter, M. ( 2004 ). Manajemen jilid 1. Jakarta: index
4. Abdul Mukhyi, M dan Saputru, I. ( 1995 ). Pengantar menejemen umum. Jakarta: Gunadarma
5. Arsyad, L. ( 1993 ). Pengantar perencanaan ekonomi. Yogyakarta: Media widya mandala
6. Sastrodiningrat, S. ( 1999) Kapita selekta manajemen dan kepemimpinan. Jakarta: Ind. hill. co