Kamis, 31 Oktober 2013

TULISAN 2 PSIKOLOGI MANAJEMEN

Nama: Elsie sasda
Npm: 12511418
Kelas: 3 PA 05



Tulisan 1



Manajer


Secara umum manajer berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya- sumber daya organisasi lainnya. Seperti halnya manajemen dapat diketemukan disemua organisasi manusia, manajer ada dalam semua tipe organisasi. Ada banyak tipe manajer dengan tugas- tugas dan tanggung jawab yang berbeda- beda.
Dibawah ini adalah uraian beberapa tugas- tugas penting yang di laksanakan manajer:
  1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain. Mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer- manajer lainnya dalam organisasi.
  2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan- tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas- prioritas. Setiap manajer aka menghadapi sejumlah tujuan, masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk memperebutkan sumberdaya- sumberdaya organisasi ( manusia, material, atau bahkan waktu manajer).
  3. Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan- pekerjaan tertentu secara sukses.
  4. Manajer harus berpikir secara analitis dan konsepsual. Untuk menjadi pemikir yang analitis, manajer harus mampu merinci dan memisah- misahkan suatu masalah menjadi komponen- komponen masalah, menganalisa komponen- komponen tersebut, dan kemudian mencari penyelesaian yang layak ( feasible) dengan akurat.
  5. Manajer adalah seorang mediator. Organisasi terdiri dari orang- orang dan kadang- kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Hal ini menuntut manajer sebagai mediator ( penengah )
  6. Manajer adalah seorang politisi. Manajer harus mengembangkan hubungan- hubungan baik untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan- kegiatan usulan- usulan atau keputusan- keputusannya.
  7. Manajer adalah seorang diplomat. Manajer juga mungkin mewakili organisasi dalam berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat, pemerintah, atau personalia organisasi lain.
  8. Manajer mengambil keputusan- keputusan sulit. Manajer adalah orang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil berbagai keputusan yang akurat.

Tulisan 2

Proses Perencanaan


Perencanaan terjadi di semua tipe kegiatan. Perencanaan adalah proses dasar di mana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Dalam perencanaan, manajer memutuskan apa yang harus di lakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya, dan siapa yang melakukannya. Jadi perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus di lakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat di capai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.

Empat tahap dasar perencanaan:
  1. Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya- sumber dayanya secara tidak efektif.
  2. Merumuskan keadaan saat ini. Tahap ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data statistik yang di dapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
  3. Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Walaupun sulit dilakukan, antisapi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
  4. Mengembangkan rencana atau serangkaian keiatan untuk pencapaian tujuan. Meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif- alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik ( paling memuaskan ) di antara berbagai alternatif yang ada.

TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN 2

Pengorganisasian struktur manajemen

a. Defenisi pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya- sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.

Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam- macam pengertian, istilah tersebut dapat digunakan untuk menunjukan hal- hal berikut.
  1. Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya sumber daya keuangan, phisik, bahan baku, dan tenaga kerja organisasi.
  2. Bagaimana organisasi mengelompokan kegiatan-kegiatannya, dimana setiap pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.
  3. Hubungan- hubungan antara fungsi- fungsi, jabatan- jabatan, tugas- tugas dan para kaeryawan.
  4. Cara dalam mana para manajer membagi lebih lanjut tugas- tugas yang harus di laksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokan dan mengatur serta membagi tugas- tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.

b. Definisi struktur organisasi

Struktur organisasi didefinisikan sebagai mekanisme- mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan- hubungan di antara fungsi- fungsi, bagian- bagian atau posisi- posisi, maupun orang- orang yang menunukan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda- beda dalam suatu organisasi.

c. Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen

  1. Penentuan sumber daya- sumber daya dan kegiatan- kegiata yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa hal- hal tersebut kearah tujuan.
  3. Penugasan tanggung jawab tertentu dan kemudian,
  4. Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu- individu untuk melaksanakan tugas- tugasnya. 

Actuating dalam manajemen

a. Definisi actuating

Actuating yakni menggerakan orang lain dalam arti umum. Penggerakan pada hakekatnya merupakan suatu usaha menggerakan orang atau orang- orang untuk suka dan dapat bekerja untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan secara efektif dan efisien.
Actuatung memaparkan bahwa menggerakan orang lain mempunyai fungsi dan tujuan tertentu serta membutuhkan kepemimpinan yang baik, komunikasi dan rentang kendali menjadi sangat penting dalam suksesnya penggerakan ini, misalnya dapat dilihat melalui kepuasan, motivasi, dan kadar konflik para bawahan.

b. Pentingnya actuating

  1. Mempengaruhi seseorang ( orang- orang ) supaya bersedia menjadi pengikut.
  2. Menaklukan daya tolak seseorang ( orang- orang)
  3. Membuat seseorang atau orang- orang suka mengerjakan tugas dengan lebih baik.
  4. Mendapatkan, memelihara, dan memupuk kesetiaan pada pemimpin, tugas dan organisasi tempat mereka bekerja.
  5. Menanmkan, memelihara dan memupuk rasa tanggung jawab seseorang atau orang- orang terhadap Tuhannya, negara dan masyarakat.

c. Prinsip actuating

  1. Memperlakukan manusia dengan sebaik-baiknya
  2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
  3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
  4. Menghargai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna
  5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
  6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
  7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Mengendalikan fungsi manajemen

a. Defenisi mengendalikan ( controlling)

Pengawasan atau controlling adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah di laksanakan sesuai dengan yang telah di tetapkan. Hal ini dapat positif maupun negatif. Pengawasan positif mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi di capai dengan efisien dan efektif. Pengawasan negatif mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak di inginkan atau dibutuhkan tidak terjadi atau terjadi kembali.

b. Langkah- langkah dalam kontrol

  1. Mengukur hasil dan prestasi yang di capai.
  2. Membandingkan hasil yang dicapai dengan hasil yang diinginkan ( standar ) dan mencari penyimpangan. kalau ada.
  3. Memperbaiki penyimpangan tersebut.

c. Tipe- tipe kontrol

  1. Pengawasan pendahuluan ( fedforward control ) atau sering di sebut steering cotrols, dirancang untuk mengantisipasi masalah- masalah atau penyimpangan- penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi di buat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu di selesaikan.
  2. Pengawasan yang di lakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan ( concurrent control ) sering di sebut pengawasan ya- tidak screening controls atau berhenti- terus di lakukan selama suatu kegiatan berlansung.
  3. Pengawasan umpan balik ( feedback control ), sering dikenal sebagai past- action controls mengukur hasil- hasil dari suatu kegiatan yang telah di selesaikan sebab- sebab penyimpangan dari rencana atau standar di tentukan, dan penemuan- penemuan diterapkan untuk kegiatan- kegiatan serupa dimasa yang akan datang. Pengawasan bersifat historis, pengukuran di lakukan setelah kegiatan terjadi.


d. Kontrol proses manajemen

Pengawasan berhubungan dengan dan menjadi bagian dari akibat ketiga fungsi manajemen lainnya. Makin erat jalinan hubungan makin efektif pengawasan di lakukan. Perencanaan mempunyai hubungan khusus dengan pengawasan. Pengawasan di lakkan untuk membantu terlaksananya kesepakatan tersebut. Kegagalan dalam pengawasan berarti kegagalan perencanaan, demikian pula sebaliknya.
Jadi prinsip pengawasan adalah bahwa pengawasan yang berhasil dapat membantu mengatur hasil yang di rencanakan supaya hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang telah di rencanakan tersebut.





Daftar pustaka:

 1. Handoko H. T. ( 2003 ). Manajemen edisi 2. Yogyakarta: Bpfe Yogyakarta

 2. http://www.google.com/url?q=http://xa.yimg.com/kq/groups/23216323/1075286689/name/Pengertian%2BManajemen.ppt&sa=U&ei=M1RwUtelB8eOrQfjtYCwAw&ved=0CBgQFjAAOB4&sig2=1Wuv7arBP5mamuQKmP1gyA&usg=AFQjCNHJsG0PIw5k_ID6jbR1XhaYVK6NcQ

3. http://www.indonesian-publichealth.com/2013/03/manajemen-pengertian-dan-fungsinya.html

4. http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&cad=rja&ved=0CHMQFjAI&url=http%3A%2F%2Fcai.elearning.gunadarma.ac.id%2Fwebbasedmedia%2Fdownload.php%3Ffile%3Dpengawasan%2520sebagai%2520salah%2520satu%2520fungsi%2520manajemen.pdf&ei=QFZyUpetLIb_rAfIpIGgDQ&usg=AFQjCNHVqhRz1MJpCnV7iurrhl78bTzx8w&sig2=3JQlBOKwzPMd3KsEQ8JvMA&bvm=bv.55819444,d.bmk

Kamis, 10 Oktober 2013

Contoh Manajemen pada Diri Sendiri

    Manajemen tidak harus di lakukan pada orang lain. Manajemen juga bisa di lakukan pada diri sendiri, misalnya manajemen waktu.

    Sebagai seorang mahasiswa kita pasti mempunyai kegiatan yang padat, hal itu menyebabkan kita harus pintar mengatur waktu. Kalau tidak kita juga yang akan merasakan akibatnya.
Misalnya mengatur waktu antara kuliah, main, mengerjakan tugas dan lain sebagainya.
Apabila kita tidak bisa me-manajeri diri sendiri maka akibatnya kita juga yang akan rugi. Contohnya apabila kita keenakan main dan  tidak bisa membagi waktu antara main dan mengerjakan tugas maka menyebabkan tugas terbengkalai dan menumpuk, dan akhirnya kita juga malas mengerjakan, dan akibatnya berdampak pada perkuliahan kita dan kita juga yang akan rugi.

    Tidak hanya itu manfaat menajemen pada diri sendiri yaitu membuat kita menjadi lebih disiplin, teratur, dan percaya diri.

Contoh Manajemen

    Contoh pertama manajemen dalam kehidupan sehari- hari yaitu manajemen di komplek perumahan.
Manajemen tidak selalu ada di perkantoran atau di perusahaan- perusahaan lainya, tetapi di dalam kehidupan kita juga sering terjadi manajemen.
 Contohnya dalam suatu komplek tempat kita tinggal pasti ada yang namanya RT ( Rukun Tetangga ) ataupun RW ( Rukun warga ) yang di beri kepercayaan oleh warga sekitar untuk mengatur, menggerakan, mengkoordinasi warga- warganya demi tercapainya suatu tujuan tertentu.

    Pengertian manajemen itu sendiri adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha- usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya- sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan.
Ketua RT dan RW dipilih lansung oleh warga, di dalam lingkungan ini ketua RT atau RW disebut dengan manajer, karena mereka di berikan tanggung jawab oleh warga sekitar untuk memimpin ligkungan tempat tinggal mereka agar tercapainya suatu tujuan tertentu.

    Menjadi ketua RT atau RW haruslah aktif dan bisa mempersatukan warga- warganya dan membuat lingkungan tempat tinggal nyaman dan aman dengan ide- ide atau gagasan yang mereka punya.
Misalnya setiap hari minggu di adakan minggu pagi bersih yang di lakukan oleh warga sekitar yang  gunanya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya itu manfaat lain dari kegiatan itu juga menjaga silaturahmi antar warga di sekitar,.
Disini ketua RT atau RW selaku manajer telah melakukan manajemen karena sudah melaksanakan suatu perencanaan, mengajak atau menggerakkan anggota organisasi yaitu warga untuk mendapatkan suatu tujuan tertentu yaitu lingkungan yang bersih dan membuat silaturahmi antar warga tetap terjaga.

Senin, 07 Oktober 2013

Psikologi Manajemen

Nama : Elsie sasda
Npm  : 12511418
Kelas : 3 PA 05

I. Psikologi manajemen

1. Apa itu manajemen?

    Istilah manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan- kegiatan kerja agar di selesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
Efisiensi merupakan bagian penting manajemen. Efisiensi itu mengacu pada hubungan antara masukan dan keluaran. Seandainya anda mampu mendapatkan lebih banyak keluaran dan sejumlah tertentu masukan anda telah meningkatkan efisiensi.
Efektivitas seringkali dilukiskan sebagai melakukan hal- hal yang tepat, artinya kegiatan kerja yang akan membantu organisasi tersebut mencapai sasarannya. Sementara efisiensi itu lebih memperhatikan sarana- sarana melaksanakan segala sesuatunya, efektivitas itu berkaitan dengan hasil akhir atau pencapaian sasaran- sasaran organisasi.
    Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Bila di lihat dari literatur- literatur yang ada, pengertian  manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
1. manajemen sebagai suatu proses
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni ( art )
Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut:
  1. Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu 
      dilaksanakan dan di awasi.
  2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan- kegiatan orang 
      lain, mengawasi usaha- usaha yang di lakukan individu untuk mencapai tujuan.
  3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah di tentukan terlebih dahulu dengan 
      melalui kegiatan orang lain.
Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang- orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. kolektivitas atau kumpulan orang- orang inilah yang di sebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen di hubungkan dengan prinsip- prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari:
  1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa  
      manajemen  yaitu seni dan ilmu juga Henry fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O'donnel   
      dan Geroge R Terry.
  2. Marry Parker Follett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan 
      pekerjaan melalui orang lain.
   
    Dari definisi di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa manejemn yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu.

2. Sebutkan jenis manajemen ?

  1.  Manajemen administratif
       Lebih berurusan dengan Penentuan tujuan dan kemudian perencanaan, penyusunan 
       kepegawaian, personalia, dan pengawasan kegiatan- kegiatan yang terkoordinasi untuk 
       mencapai  tujuan.
  2. Manajemen operatif
      Lebih mencakup kegiatan memotivasi, supervisi, dan komunikasi dengan para karyawan untuk 
      mengarahkan mereka mencapai hasil- hasil secara efektif.

3. Apa itu kepemimpinan?

    Beberapa pendapat tentang pemimpin dan kepemimpinan dapat diungkapkan dari definisi- definisi sebagai berikut:
  1. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju kearah penentuan 
      tujuan dan mencapai tujuan ( leadership is the process of influencing group activities toward goal 
      setting and goal achievement ).
  2. Kepemimpinan adalah proses dimana seseorang berusaha menggunakan pengaruh 
      kemasyarakatannya, terhadap para anggota sesuatu kelompok. jadi pemimpin adalah orang yang 
      dengan daya kekuatannya terhadap orang lain melakukan wewenangnya untuk tujuan 
      mempengaruhi tatalaku mereka.
  3. Pemimpin adalah pengaruh antar personal yang di laksanakan dalam suatu keadaan yang di 
      tujukan untuk mencapai suatu tujuan khusus, melalui proses komunikasi.
  4. Prof. F. P. Brassor memberi definisi kepemimpinan adalah proses dimana seorang pelaksana 
      memberi petunjuk- pengarahan, pembinaan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain agar 
      memilih atau mencapai maksud dan tujuan tertentu.
Jadi pada hakikatnya esensi kepemimpinan adalah:
  1. kemampuan mempengaruhi tatalaku orang lain, apakah dia pegawai bawahan, rekan sekerja atau 
      atasan.
  2. adanya pengikut yang dapat di pengaruhi baik oleh ajakan, anjuran, bujukan, segesti, perintah, 
      sasaran atau bentuk lainnya.
  3. adanya tujuan yang hendak di capai.
Kepemimpinan merupakan pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan beberapa dari kegiatan anggota kelompok dan sebaliknya bahwa anggota kelompok atau bawahan secara tidak lansung mengarahkan kegiatan pemimpin. Kepemimpinan di samping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai pengaruh. Dengan kata lain seoarang pemimpin tidak dapat mengatakan kepada bawahan apa yang harus di kerjakan tapi juga mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintah pemimpin.


II. Perencanaan dan penerapan manajemen

1. Pengertian perencanaan

    Merencanakan merupakan suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun strategi menyeluruh untuk mencapai sasaran yang di tetapkan dan mengembangkan hierarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinaskan kegiatan.
    Perencanaan dapat di rumuskan lebih lanjut di pandang dari segi apakah formal atau informal. Dalam perencanaan informal tidak ada apa pun yang di tulis, dan sedikit atau tidak ada penyampaian sasaran- sasaran kepada orang- orang lain di organisasi itu. Perencanaan formal sasarannya terperinci dirumuskan dan mencakup periode bertahun- tahun. Sasaran- sasaran ini ditulis dan di umumkan kepada anggota- anggota organisasi akhirnya terdapat program- program terperinci untuk mencapai sasaran- sasaran itu.
    Perencanaan adalah proses dasar dimana manajemen memutusakan tujuan dan cara mencapainya.
Perencanaan memantapkan usaha yang terkoordinasi. Rencana memberi arah kepada para menejer dan juga non manajer. Ketika para karyawan mengetahui ke mana arah organisasi itu dan apa yang harus mereka sumbangkan untuk mencapai sasaran tersebut, mereka dapat mengkoordinasikan kegiatan- kegiatan mereka, bekerja sama satu sama lain dan bekerja dalam tim. Tanpa perencanaan, departemen- departemen mungkin bekerja dengan tujuan yang saling bertentangan dan menghambat organisasi untuk bergerak secara efisien menuju sasaran- sasarannya.

2. Manfaat perencanaan
   
    1. membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan- perubahan lingkungan.
    2. membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah- masalah utama.
    3. memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
    4. membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.
    5. memebrikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
    6. memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
    7. membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
    8. meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
    9. mengehmat waktu, usaha dan dana.

3. Jenis perencanaan dalam organisasi

  1. Berdasarkan jangka waktu
      a. Perencanaan jangka panjang ( perspektif )
          mempunyai rentang waktu antara 10 sampai 25 tahun.
      b. Perencanaan jangka menengah
          mempunyai rentang waktu antara 4 sampai 6 tahun.
      c. Perencanaan jangka pendek
          mempunyai rentang waktu 1 tahun biasanya disebut juga rencana operasional tahunan. Jika di 
          bandingkan dengan rencana perspektif dan jangka menengah rencana jangka pendek biasanya 
          lebih akurat, karena melihat masa depan dalam jangka yang lebih pendek lebih mudah dari  
          pada masa depan dalam jangka yang lebih panjang.
  2. Berdasarkan sifat perencanaan
      a. Perencanaan dengan komando
          Perencanaan ini tidak menghendaki adanya liberalisme. Pada sistem ini ada suatu penguasa 
          pusat yang merencanakan, mengatur dan memerintahkan pelaksanaan rencana sesuai dengan 
          sasaran dan prioritas yang telah di tetapkan sebelumnya.
      b. Perencanaan dengan ransangan
          Merupakan sistem perencanaan yang demokratis, di lakukan dengan cara memanipulasi pasar. 
          Tidak ada keharusan, tetapi ajakan. Ada kebebasan berusaha, kebebasan berkonsumsi, dan 
          kebebasan berproduksi.
  3. Berdasarkan alokasi sumber daya
      a. Perencanaan keuangan
      b. Perencanaan fisik
          Suatu usaha untuk menjabarkan usaha pembangunan melalui pengalokasikan faktor produksi 
          dan hasil produksi sehingga memaksimalkan pendapatan pekerjaan. 
  4. Berdaarkan tingkat keluwesan
      a. Perencanaan indikatif
          Perencanaan jenis ini bersifat luwes. Perencanaan indikatif adalah ekonomi campuran ala 
          perancis dan sama sekali berbeda dengan tipe perencanaan yang berlaku pada ekonomi 
          campuran lainnya di dunia.
      b. Perencanaan imperatif
          Perencanaan imperatif semua kegiatan dan sumber daya ekonomi berjalan menurut komando 
          negara. Ada pengawasan menyeluruh oleh negara terhadap faktor produksi.
  5. Berdasarkan sistem ekonomi
      a. Perencanaan dalam kapitalisme
          Perencanaan ini tidak di sandarkan pada rencana yang terpusat. Dengan tiadanya rencana pusat 
          maka alat- alat produksi bisa dimiliki secara pribadi. Produksi juga dilaksanakan oleh 
          perusahaan swasta.
      b. Perencanaan dalam sosialisme
          Didasarkan pada rencana yang terpusat. Ada penguasa atau badan perencanaan pusat yang 
          merumuskan rencana bagi keseluruhan.
      c. Perencanaan dalam ekonomi campuran
          Perekonomian campuran merupakan gabungan dua sistem ekonomi kapitalisme dan 
          sosialisme. Sistem ini merupakan sistem yang bebas dari kejelekan ka[italisme dan sosialisme  
          tetapi menyatupadukan segi- segi baiknya.
  6. Berdasarkan cara pelaksanaannya
      a. Perencanaan sentralistik
          Pada perencanaan sentralistik keseluruhan proses perencanaan suatu negara berada di bawah 
          badan perencanaan pusat. Badan ini merumuskan suatu rencana pusat, menetapkan tujuan, 
          sasara dan prioritas untuk setiap sektor perekonomian.
      b. Perencanaan Desentralistik
          Mengacu pada pelaksanaan rencana dari bawah. Pada perencanaan desentralistik ini harga 
          barang dan jasa terutama di tentukan oleh mekanisme pasar.


Daftar pustaka:
1. Handoko H. T. ( 2003 ). Manajemen edisi 2. Yogyakarta: Bpfe Yogyakarta
2. Robbins, S dan Coulter, M. ( 2004 ). Manajemen jilid 2. Jakarta: Index
3. Robbins, S dan Coulter, M. ( 2004 ). Manajemen jilid 1. Jakarta: index
4. Abdul Mukhyi, M dan Saputru, I. ( 1995 ). Pengantar menejemen umum. Jakarta: Gunadarma
5. Arsyad, L. ( 1993 ). Pengantar perencanaan ekonomi. Yogyakarta: Media widya mandala
6. Sastrodiningrat, S. ( 1999) Kapita selekta manajemen dan kepemimpinan. Jakarta: Ind. hill. co

Jumat, 14 Juni 2013

Tugas Kesehatan Mental 3


STRESS

   Stres adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan- gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental.
 Menururt Quick dan Quick (1984) mengkategorikan jenis stres menjadi dua, yaitu:
1. Stress positif (Eustress), yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tinggi.
2. Stress negatif (Distress ), yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat, negatif, dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan, dan kematian.

Faktor yang menyebabkan stress adalah:
  1. Kepribadian
      a. Introvert ekdtrovert
          Orang- orang yang memiliki kepribadian introvert dipengaruhi oleh dunia
          ubjektifnya.yaitu dunia didalam dirinya sendiri. Penyesuaian dengan dunia luar
          kurang baik, jiwanya tertutup, sukar bergaul sukar berhubungan dengan orang lain, 
          kurang dapat menarik hati orang lain.
          Indiviu yang tipe kepribadian ekstrovert dipengaruhi oleh dunia objektif yaitu
          dunia diluar dirinya. Orientasinya terutama tertuju keluar, pikiran, perasaan, serta
          tindakannya terutama di tentukan oleh lingkungannya baik lingkungan sosial
          maupun non sosial.
          Orang- orang yang memiliki kepribadian introvert dan ektrovert ini bisa
          menyebabkan stress karena kepribadian introvert memiliki kecendrungan sifat yang
          tertutup yang sangat mudah menyebabkan stress, dan kepribadian ektrovert yang
          pikiran dan perasaanya di tentukan oleh dunia luar.. Apabila pikiran yang di
          tentukan dari luar itu tidak sejalan dengan pikiran yang ada di dalam dirinya maka
          bisa akan menimbulkan stress.
      b. Fleksibel
          Orang- orang yang fleksibel adalah orang- orang yang mudah terpengaruh dari
          luar. Apabila pikiran, perasaan, dan perilaku kita tidak bisa sesuai dengan apa yang
          ada diluar maka bisa menyebabkan stress.
      c. Berlebihan ( over activity )
          Sikap yang berlebihan juga tidak baik bagi diri. Karena sikap yang selalu
          berlebihan juga bisa menyebabkan stress.
  2. Kecakapan
      Adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani
      menghadapi problematika hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa
      tertekan kemudain secara produktif dan kreatif mencari serta menemukan
      solusi , sehingga akhirnya mampu mengatasinya.
      Orang yang tidak memiliki kecakapan dalam hidupnya maka dia akan mudah terkena
      stress.
  3. Nilai dan kebutuhan.
      Setiap diri kita memiliki nilai dan kebutuhan masing- masing, Apabila nilai dan    
      kebutuhan seseorang tersebut tidak terpenuhi maka dia akan mengalami
      stress.

Reaksi Stress
Menurut Walter Cannon, FIGHT-OR-FLIGHT RESPONSE {BERTARUNG ATAU BERLARI} adalah bila berhadapan dengan suatu ancaman, tubuh akan mudah terangsang melalui system saraf simpatetik dan system endokrin. Respon yang muncul adalah meningkatnya detak jantung, tekanan darah, gula darah, dan pernafasan; berkurangnya peredaran darah ke kulit; dan meningkatnya peredaran darah ke otak (FIGHT-OR-FLIGHT RESPONSE / BERTARUNG ATAU BERLARI)
Ada tiga fase dalam menghadapi stress, yaitu:
1. Alarm -> tubuh mempersiapkan diri untuk menghadapi kesulitan. Perubahan ini diatur langsung oleh sistem hormonal dan sistem saraf agar tubuh bersiap untuk FIGHT-OR-FLIGHT.
2. Resistance -> tingkat energi yang tinggi pada tahap alarm tidak dapat bertahan lama, karena tubuh berusaha mencapai keseimbangan. Tubuh berusaha mengurangi intensitas respons awal dengan mengurangi produksi adrenocorticotropic hormone (ACTH). Beberapa organ tertentu akan bereaksi di sini.
3. Recovery / Exhaustion -> adanya perubahan dari alarm kepada penyesuaian, berarti tubuh sudah bisa mengendalikan situasi dan akhirnya terjadi pemulihan adrenalin sebagai pelepasan energi.

Respons munculnya adrenalin:
1. Berkurangnya kegiatan pencernaan.
2. Meningkatnya laju metabolisme tubuh.
3. Meningkatnya keringat.
4. Berkurangnya air liur.
5. Otot bertambah tegang.
6. Meningkatnya fungsi jantung.
7. Meningkatnya fungsi paru
8. Sistem kekebalan tubuh berubah.
9. Pembekuan darah bertambah cepat.
10. Peningkatan pemakaian lemak.
11. Jaringan otot membelah (kasus ekstrem)

Teknik- teknik penenangan pikiran
a. Meditasi
    Meditasi adalah praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal
    yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup kita sehari-hari
    Meditasi melepaskan kita dari penderitaan pemikiran baik dan buruk yang sangat
    Subjektif  yang secara proporsional berhubungan langsung dengan kelekatan kita
    terhadap pikiran dan penilaian tertentu Kita mulai paham bahwa hidup merupakan
    serangkaian pemikiran, penilaian, dan pelepasan subjektif yang tiada habisnya yang
    secara intuitif mulai kita lepaskan.Dalam keadaan pikiran yang bebas dari aktivitas
    berpikir, ternyata manusia tidak mati, tidak juga pingsan dan tetap sadar
    Dari sudut pandang fisiologis, meditasi adalah anti-stres yang paling baik. Saat anda
    mengalami stres, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi
    cepat dan pendek, dan kelenjar adrenalain memompa hormon-hormon stres.
    Selama anda melakukan meditasi, detak jantung melambat, tekanan darah menjadi
    normal, pernapasan menjadi tenang, dan tingkat hormon stres menurun. Selama
    meditasi, lama-kelamaan Anda bisa mendengarkan denyutan jantung, bahkan lebih
    lanjut lagi Anda dapat mengkoordinasikan irama denyut jantung dengan irama keluar
    masuknya napas. Di masa lalu testimoni mengenai manfaat meditasi datang hanya dari
    orang-orang yang mempraktikkan meditasi.
    Saat ini ilmu pengetahuan menunjukkan manfaat meditasi secara objektif. Riset atas
    para pendeta oleh Universitas Wisconsin menunjukkan bahwa praktik meditasi melatih
    otak untuk menghasilkan lebih banyak gelombang Gamma, yang dihasilkan saat orang
    merasa bahagia.
    Dari penelitian terungkap bahwa meditasi dan cara relaksasi lainnya bermanfaat untuk
    mengatasi gangguan fungsi ginjal dengan meningkatkan produksi melatonin dan
    serotonin serta menurunkan hormon streskortisol.

b. Autogenik
    Monty P. Satiadarma, ( 2000 ) mentakrifkan autogenic sebagai salah satu latihan
    mental bagi menghasilkan dua bentuk sensai hangat dan berat. Terapi ini juga
    merupakan satu bentuk terapi untuk mereka yang menghadapi masalah psikologikal.
    Pendapat Dr. Shaharuddin Abd. Aziz, ( 200 ) dalam bukunya mengaplikasikan teori
    psikologi dalam sukan menyatakan latihan autogenic ini merupakan satu bentuk latihan
    mental yang dirancang untuk melahirkan kedua- dua sensai hangat dan berat sebagai t
    indak balas kepada otot. Cuma yang membedakan kedua- dua latihan ini ialah focus
    prosedur relaksasi itu yang memberi penerangan tentang rasa berat dan hangat.
    Kesimpulannya dapatlah dikayakan bahwa latihan autogenic ini ialah satu latihan
    mental untuk mengawal dan memberi rangsangan kepada otot- otot utnuk bertindak
    balas.

c. Pelatihan reaksi neuromuscular
          Pelatihan relaksasi neuromuscular adalah satu program yang terdiri dari latihan-latihan   
         sistematis yang melatih otot dan komponen-komponen saraf yang mengendalikan
         aktivitas otot.
           iIndividu diajari untuk secara sadar mampu merelaksasikan otot sesuai dengan  
         kemauannya setiap saat. Untuk itu perlu dikembangkan kesadaran perasaan pikiran
         tentang bagaimana rasa relaks adn mempelajari bagaimana perbedaanya jika sedang
         tegang.

Tipe- tipe stress dalam psikologis
Menurut Maramis (1990) ada empat tipe stress psikologis, yaitu:
Frustasi
Frustasi muncul karena adanya kegagalan saat ingin mencapai suatu hal/tujuan. Misalnya seseorang mengalami kegagalan dalam pekerjaan yang mengakibatkan orang tersebut harus turun jabatan. Orang yang memiliki tujuan tersebut mendapat beberapa rintangan/hambatan yang tidak mampu ia lalui sehingga ia mengalami kegagalan atau frustasi.
Frustasi ada yang bersifat intrinsik (cacat badan dan kegagalan usaha) dan ekstrinsik (kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, krisis ekonomi, pengangguran, perselingkuhan, dan lain-lain.
Konflik
Konflik ditimbulkan karena ketidakmampuan memilih dua atau lebih macam keinginan, kebutuhan, aau tujuan. Saat seseorang dihadapkan dalam situasi yang berat untuk dipilih, orang tersebut akan mengalami konflik dalam dirinya. Bentuk konflik digolongkan menjadi tiga bagian,approach-approach conflict, approach-avoidant conflict, avoidant-avoidant conflict.
Tekanan
Tekanan timbul dari tuntutan hidup sehari-hari. Tekanan dapat berasal dari dalam diri individu, misalnya cita-cita atau norma yang terlalu tinggi sehingga menimbulkan tekanan dalam diri seseorang. Tekanan juga berasal dari luar diri individu, misalnya orang tua yang menuntut anaknya untuk masuk ke dalam jurusan yang tidak diminati oleh anaknya, anak yang menuntut orang tua untuk dibelikan semua kemauannya, dan lain-lain. 
Kecemasan
Kecemasan merupakan suatu kondisi ketika individu merasakan kekhawatiran/kegelisahan, ketegangan, dan rasa tidak nyaman yang tidak terkendali mengenai kemungkinan akan terjadinya sesuatu yang buruk. Misalnya seorang anak yang sering dimarahi ibunya, anak tersebut akan merasakan kecemasan yang cukup tinggi jika ia melakukan hal yang akan membuat ibunya marah padahal ibu si anak tersebut belum tentu marah padanya.

Contoh stress dalam kehidupan sehari- hari
* Stress positif
   Ketika itu saat ujian saya bersaing dengan teman dekat saya untuk mendapat nilai yang
   tertinggi. Karena hal itu saya merasa stress karena takut akan kalah. Tapi karena 
   melihat teman saya sangat rajin mempelajari materi- materi yang akan di ujiankan saya
   merasa semakin termotivasi untuk lebih dan lebih giat belajar lagi supaya nilai saya
   bisa lebih tinggi dari teman saya tersebut.

* Stress negatif
   Saya juga pernah mengalami stress negativ pada saat itu saya lagi berada di suatu pusat
   perbelanjaan. Karena ingin membeli suatu barang dan uang di dompet tdak cukup maka  
   saya berniat untuk mengambil uang dengan atm. Setibanya di dalam atm saya lansung
   membuka dompet untuk mengambil kartu atm, ternyata di dalam dompet kartu atm
   saya sudah tidak ada, dan saya lansung panik dan membobgkar semua isi tas yang saya
   bawa. Karena kartu atm saya masih tidak ditemukan saya semakin cemas dan tegang
   karena takut hilang atau keyinggalan di suatu tempat.
   Karena saya semakin panik dan cemas maka saya buru- buru pulang kerumah untuk
   ngecek apakah kartu itu ketinggalan dirumah
   Setibanya dirumah saya lansung membongkar isi tas yang saya punya. Namun tetap
   tidak ada. Dalam keadaan semakin cemas saya terus mencari- cari kartu atm saya. Dan
   tidak lama kemudian akhirnya saya menemukan atm saya yang saya letakan di atas
   lemari pakaian saya. Setelah menemukan kartu atm itu saya merasa lega dan tersenyum
   lagi.

Sumber:
http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html
http://www.psychologymania.com/2012/06/kepribadian-ekstrovert-dan-introvert.html
http://ajengfebriyanti27.blogspot.com/2012/04/stress.html
http://pengertianpengertian.blogspot.com/2012/03/pengertia-kecakapan-hidup-life-skill.html

Kamis, 02 Mei 2013

Tugas 2 kesehatan Mental


Nama: Elsie sasda
Npm: 12511418
Kelas: 2 PA 05


Erich Fromm
Erich fromm terkenal dengan teori psikoanalisis humanistik. Psikoanalisis humanistik berasumsi bahwa terpisahnya manusia dengan dunia alam menghasilkan perasaan kesendirian dan isolasi, kondisi yang disebut sebagai kecemasan dasar ( basic anxiety ).

Kebutuhan Manusia
* Relatedness ( keterhubungan )
    Dorongan untuk bersatu dengan orang lain.
    Fromm menyatakan tiga cara dasar bagi manusia untuk terhubung dengan dunia.
1.     Submission ( kepasrahan )
2.     Power ( kekuasaan )
3.     Love ( cinta )
* Transcendence ( keunggulan )
    Berbeda dengan hewan, manusia tergerak oleh kebutuhan akan keunggulan yang di
    definisikan sebagai dorongan untuk melampaui keberadaan yang pasif dan kebetulan
    menuju “ alam penuh makna dan kebebasan “. Keunggulan dapat dicari melalui
    pendekatan positif dan negatif.
    Dalam anatomi sifat merusak manusia, fromm menyatakan bahwa manusia adalah
    satu-satunya spesies yang menggunkan agresi keji ( malignant aggression ), yaitu
    membunuh untuk alasan selain mempertahankan diri.
* Rootedness ( keberakaran )
    Keberakaran (  rootedness ) atau kebutuhan untuk berakar atau merasa berpulang
    kembali di dunia. Ketika manusia berevolusi sebagai spesies terpisah, mereka
    kehilangan rumah mereka di dunia alam. Di saat yang bersamaan, kapasitas pikiran
    mereka membuat mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki rumah dan tidak
    memiliki akar. Konsekuensinya adalah perasaan keterasingan dan ketidakberdayaan ini
    tak tertahankan. Rootedness dapat di cari lewat fiksasi.
* Sense of identity ( kepekaan akan identitas )
    Kepekaan akan identitas atau kemampuan untuk menyadari diri sendiri sebagai wujud 
    terpisah. Oleh karena kita telah terpisahkan dari alam, maka kita harus membentuk 
    konsep akan diri kita sendiri dan untuk mampu berkata “saya adalah saya” atau “saya
    adalah subjek dari tindakan saya”. Tanpa kepekaan akan identitas, manusia tidak dapat
    mempertahankan kewarasan mereka dan ancaman ini mendorong mereka untuk
    melakukan hampir segala hal untuk mendapatkan kepekaan akan identitas.
* Frame of orientation ( kerangka orientasi )
    Oleh karena terpisah dari dunia alam, maka manusia membutuhkan peta jalan,
    kerangka arah atau orientasi, untuk mencari jalannya dalam dunia. Tanpa peta tersebut,
    manusia akan “kebingungan dan tidak mampu melakukan tindakan dengan tujuan dan
    konsisten”.

Beban Kebebasan
Di tngkat social dan individu beban ini menciptakan kecemasan dasar ( basic anxiety ) yaitu perasaan bahwa kita sendirian di dunia.
Manusia berusaha untuk lari dari kebebasan dengan berbagai cara
* Mekanisme pelarian
    Authoritarianism
      Kecendrungan untuk menyerahkan kemandirian seseorang secara individu dan
      meleburkannya dengan seseorang atau sesuatu di luar dirinya demi mendapatkan
      kekuatan yang tidak dimilikinya. Contoh: masokisme dan sadisme.
   Destructiveness
      Sifat merusak ( destructiveness ) berasal dari perasaan kesendirian, keterasingan, dan
      ketidakberdayaan. Namun berbeda dengan sadisme dan masokisme, sifat merusak
      tidak bertanggung pada hubungan berkesinambungan dengan orang lain, melainkan
      mencari jalan untuk menghilangkan orang lain.
   Comformity
      Orang yang melakukan komformitas berusaha melarikan diri dari rasa kesendirian
      dan keterasingan dengan menyerahkan individualitas mereka dan menjadi apapun
      yang orang lain inginkan.
* Kebebasan positif
   Kebebasan yang di sebut sebagai kebebasan positif dengan pengungkapan penuh dan
   spontan dari potensi rasional maupun emosional.
   Kebebasan positif merepresentasikan keberhasilan mencari solusi bagi dilema manusia
  yang menjadi bagian dari dunia alam, namun juga terpisah darinya.

Orientasi Karakter
Orientasi karakter yaitu cara relative manusia yang permanen untuk berhubungan dengan orag atau hal lain. Secara umum, manusia dapat menghubungkan dirinya dengan hal atau orang lain dengan cara nonproduktif maupun produktif.
* Orientasi non produktif
    Receptive
      Karakter reseptif merasa bahwa sumber segala hal yang baik berada di luar diri
      mereka dan satu- satunya cara untuk berhubungan dengan dunia adalah dengan
      menerima sesuatu termasuk cinta, pengetahuan, dan kepemilikan materi.
   Exploitative
      Berbeda dengan orang- orang reseptif, mereka mengambil dengan agresif apa yang
      mereka inginkan, bukannya menerima secara pasif.
   Hoarding ( menimbun objek )
      Karakter menimbun bertujuan untuk menyimpan apa yang sudah mereka dapatkan.
      Mereka memendam semuanya di dalam dan tidak mau melepaskannya sama sekali.
      Mereka menyimpan uang, pperasaan, dan pikirannya sendiri.
   Marketing ( Memasarkan atau menukar sesuatu )
      Karakter memasarkan adalah perkembangan dari perniagaan modern dimana
      perdagangan bukan lagi sesuatu yang pribadi, namun di jalankan oleh perusahaan
      besar tanpa identitas yang jelas. Orang- orang yang berkepribadian memasarkan tidak
      memiliki masa lalu maupun masa depan dan tidak memiliki prinsip atau nilai yang
      tetap.
* Orientasi produktif
   Memiliki 3 dimensi: bekerja, mencintai, dan bernalar. Orang- orang produktif bekerja
   menuju kebebasan positif dan realisasi berkesinambungan akan potensi mereka, maka
   mereka merupakan karakter yang paling sehat di antara semuanya.

Gangguan kepribadian
Individu yang mengalami gangguan tidak memiliki kemampuan dalam cinta dan gagal untuk meningkatkan kebersatuan orang lain.
- Necrophilia
  Fokus perhatiannya pada kematian dan kebencian pada manusia
- Malignant narcissism
  Keyakinan bahwa apa dimiliknya sangat berharga sedangkan apa yang dimiliki orang
  lain tidak berharga
- Incestuous symbiosis
  Ketergantungan berlebihan pada ibu. Kepribadian mereka bercampur dengan orang lain
  sehingga jati diri mereka hilang.

Contoh kasus
Seorang pria mungkin akan jatuh cinta dengan istri seseorang, bukan karena ia benar- benar menyukainya, namun karena ia ingin memeras suaminya. Menurut saya contoh di atas termasuk kepribadian eksploitatif karena menggunakan kelicikan untuk memeras orang lain.

Abraham H. Maslow
Teori yang terkenal dari maslow yaitu teori holistik dinamis. Teori ini menganggap bahwa keseluruhan dari seseorang terus menerus termotivasi oleh satu atau lebih kebutuhan dan bahwa orang mempunyai potensi untuk tumbuh menuju kesehatan psikologis, yaitu aktualisasi diri.

Pandangan maslow tentang motivasi
Dibuat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi.
Pertama mengadopsi sebuah pendekatan menyeluruh pada motivasi, yaitu keseluruhan dari seseorang, bukan hanya satu bagian atau fungsi termotivasi. Kedua, motivasi biasanya kompleks atau terdiri dari beberapa hal yang berarti bahwa tingkah laku seseorang dapat muncul dari beberapa motivasi yang terpisah. Ketiga bahwa orang- orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhan- keubutuhan. Asumsi lainnya adalah bahwa semua orang di manapun termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama. Asumsi terakhir mengenai motivasi adalah bahwa kebutuhan- kebutuhan dapat dibentuk menjadi sebuah hierarki.
* Hierarki kebutuhan
   Konsep hierarki kebutuhan yang di ungkapkan maslow beranggapan bahwa kebutuhan-
   kebutuhan di level rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih
   dahulu sebelum kebutuhan- kebutuhan di level lebih tinggi menjadi hal yang
   memotivasi. Lima kebutuhan yang membentuk hierarki ini adalah kebutuhan konatif.
  
   Kebutuhan Fisiologis
   Kebutuhan yang paling mendasar dari setiap manusia adalah kebutuhan fisiologis,
   termasuk di dalamnya adalah makanan, air, oksigen, mempertahankan suhu tubuh, dan
   lain sebagainya.
   Kebutuhan akan keamanan
   Ketika orang telah memenuhi kebutuhan fisiologis mereka, mereka menjadi termotivasi
   dengan kebutuhan akan keamanan, yang termasuk di dalamnya adalah keamanan fisik,
   stabilitas, ketergantungan, perlindungan, dan kebebasan dari kekuatan- kekuatan yang
   mengancam, seperti perang, terorisme, penyakit, rasa takut, kecemasan, bahaya,  
     kerusuhan, dan bencana alam. Kebutuhan akan hukum, ketentraman, dan keteraturan  
     juga merupakan bagian dari kebutuhan akan keamanan.
    Kebutuhan akan cinta dan keberadaan
    Setelah orang memenuhi kebutuhan fisiologis dan keamanan, mereka menjadi
    termotivasi oleh kebutuhan akan cinta dan keberadaan, seperti keinginan untuk
    berteman, keinginan untuk mempunyai pasangan dan anak, kebutuhan akan menjadi
    bagian dari sebuah keluarga, sebuah perkumpulan, lingkungan masyarakat, atau negara.
    Cinta dan keberadaan jua mencakup beberapa aspek dari seksualitas dan hubungan
    dengan manusia lain dan juga kebutuhan untuk memberi dan mendapatkan cinta.
    Kebutuahan akan penghargaan
    Setelah orang- orang memenuhi kebutuhan akan cinta dan keberadaban, mereka bebas
    untuk mengejar kebutuhan akan penghargaan, yang mencakup penghormatan diri,
    kepercayaan diri, kemampuan, dan pengetahuan yang orang lain hargai tinggi.
    Kebutuhan akan aktualisasi diri
    Maslow berasumsi bahwa kebutuhan akan aktualisasi diri muncul jika kebutuhan akan
    penghargaan telah terpenuhi. Kebutuhan akan aktualisasi diri mencakup pemenuhan 
    diri, sadar akan semua potensi diri, dan keinginan untuk menjadi sekreatif mungkin.

* Kebutuhan estetika
    Kebutuhan estetika tidaklah bersifat universal. Orang- orang dengan kebutuhan
    estetika yang kuat menginginkan lingkungan yang indah dan teratur dan ketika
    kebutuhan ini tidak terpenuhi, mereka merasa sakit sama halnya seperti orang- orang
    yang tidak terpenuhi kebutuhan- kebutuhan konatifnya juga merasa sakit.
* Kebutuhan kognitif
    Sebagian besar orang mempunyai keinginan untuk mengetahui, untuk memecahkan
    misteri, untuk memahami, dan untuk menjadi penasaran. Maslow menyebut keinginan-
    keinginan ini sebagai kebutuhan kognitif.
* Kebutuhan neurotik
   Kebutuhan neurotik biasanya bersifat reaktif, yaitu kebutuhan ini berperan sebagai
   kompensasi atas kebutuhan- kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi.

Aktualisasi diri
* Kriteria untuk aktualisasi diri
    Pertama, mereka bebas dari psikopatologi atau penyakit psikologis.
    Kedua, orang- orang yang mengaktualisasi diri ini telah menjalani hierarki kebutuhan.
    Ketiga, orang- orang tersebut menjunjung bilai- nilai B. Orang- orang yang
    mengaktualisasi diri dalam daftarnya merasa nyaman dengan dan bahkan menuntut
    kejujuran, keindahan, keadilan, kesederhanaan, kejenakaan, dan masing- masing dari
    nilai- nilai B lainnya yang akan kita bahas.
    Kriteria yang terakhir menggunakan seluruh bakat, kemampuann, potensi, dan, dan
    lainnya. Dengan kata lain, individu- individu yang mengaktualisasi diri dalam
    daftarnya memenuhi kebutuhan mereka untuk tumbuh, berkembang, dan semakin
    menjadi apa yang mereka bisa.
* Nilai- nilai dari orang- orang yang mengaktualisasi diri
   Orang- orang yang mengaktualisasi diri termotivasi oleh prinsip hidup yang abadi, yang
   ia sebutkan sebagai nilai- nilai B. Nilai- nilai dari orang yang mengaktualisasi diri di
   antaranya adalah kejujuran, kebaikan, keindahan, keutuhan, atau melebihi dikotomi
   atau dua hal yang bertolak belakang, perasaan hidup atau spontanitas, keunikan,
   kesempurnaan, kelengkapan, keadilan dan keteraturan, kesederhanaan, kekayaan atau
   totalitas, membutuhkan sedikit usaha, penuh kesenangan atau kejenakaan, dan
   kemandirian atau kebebasan.
* Karakteristik dari orang- orang yang mengaktualisasi diri
    - Persepsi yang lebih efisien akan kenyataan
    - Penerimaan akan diri, orang lain, dan hal- hal alamiah
    - Spontanitas, kesederhanaan, dan kealamian
    - Berpusat pada masalah
    - Kebutuhan akan privasi
    - Kemandirian
    - Penghargaan yang selalu baru
    - Pengalaman puncak
    - Gemeinschaftsgefiihl
    - Hubungan interpersonal yang kuat
   - Struktur karakter demokratis
   - Diskriminasi antara cara dan tujuan
   - Rasa jenaka/ humor yang filosofis
   - Kreativitas
   - Tidak mengikuti enkulturasi/ apa yang diharuskan oleh kultur
   - Cinta, seks, dan aktualisasi diri

Contoh kasus
Seseorang pria yang suka membuat lelucon saat bersama teman- temannya. Ia membuat lelucon bertujuan lebih dari sekedar membuat orang lain tertawa. Pria tersebut menghibur, memberi informasi, menunjukan ambiguitas, membuat orang lain tersenyum dari pada tertawa terbahak- bahak. Humor pria tersebut bersifat filosofis dan tidak menyerang orang lain.
Menurut saya pria tersebut termasuk orang- orang yang mengaktualisasi diri dengan ciri- ciri memiliki rasa jenaka/ humor yang filosofis.

Carl Rogers
Walaupun paling dikenal sebagai pencetus terapi yang berpusat pada klien, carl rogers mengembangkan teori kepribadian humanistik yang tumbuh dari pengalamannya sebagai praktisi psikoterapi.

Teori yang berpusat pada pribadi
* Asumsi dasar
   Kecendrungan formatif
      Rogers yakin bahwa terdapat kecendrungan dari setiap hal, baik organik maupun non
      organik, untuk berevolusi dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih
      kompleks. Untuk alam semesta, terjadi sebuah proses kreatif, dan bukan proses
      disintegrasi. Rogers menyebut proses ini sebagai kecendrunan formatif dan banyak
      mengambil contoh- contoh dari alam.
    Kecendrungan aktualisasi
      Asumsi yang saling berkaitan dan relevan adalah kecendrungan aktualisasi, atau
      kecendrungan setiap manusia untuk bergerak menuju keutuhan atau pemuasan dari
      potensi
* Diri dan aktualisasi diri
    Aktualisasi diri merupakan bagian dari kecendrungan aktualisasi sehinggan tidak sama
    dengan kecendrungan itu sendiri.
    Konsep diri
      Konsep diri meliputi seluruh aspek dalam keberadaan dan pengalaman seseorang
      yang disadari ( walaupun tidak selalu akurat ) oleh individu tersebut. Konsep diri
      tidak identik dengan diri organismik.
    Diri ideal
      Didefinisikan sebagai pandangan seseorang atas diri sebagaimana yang
      diharapkannya.
* Kesadaran
    Tingkat kesadaran
       Rogers menemukan tiga tingkat kesadaran. Pertama, beberapa kejadian dialami di
       bawah batas kesadaran dan biasanya di abaikan atau disangkal. Kedua, rogers
        membuat sebuah hipotesis bahwa beberapa pengalaman akan disimbolisasikan
        secara akurat dan dimasukkan dengan bebas ke dalam struktur diri. Tingkatan
        kesadaran yang ketiga meliputi pengalaman yang diterima dalam bentuk yang
        terdistrosi.
     Penyangkalan atas pengalaman positif
        Kebanyakan orang menemukan kesulitan dalam menerima pujian yang tulus dan
        umpan balik positif, bahkan saat mereka petut menerimanya.

Menjadi seorang manusia
Rogers mendiskusikan proses yang di perlukan untuk menjadi seorang manusia. Pertama, seseorang harus membuat kontak positif ataupun negative dengan orang lain. Saat seseorang mengembangkan kebutuhan untuk dicintai, disukai, atau diterima oleh orang lain, merupakan kebutuhan yang oleh rogers dirujuk sebagai penghargaan positif.
Penghargaan positif adalah persyaratan untuk mendapatkan penghargaan diri yang positif, yang di definisikan sebagai pengalaman menghargai diri sendiri. Oleh karena itu, sumber dari penghargaan diri yang positif berada dalam penghargaan positif yang kita terima dari orang lain, namun setelah hal tersebut, ia akan menjadi otonom dan bertahan dengan sendirinya.

Hambatan pada kesehatan psikologis
* Penghargaan bersyarat
    Penghargaan bersyarat yaitu mereka memersepsikan bahwa orang tua, teman sebaya,
    atau pasangan mereka mencintai dan menerima mereka hanya apabila mereka dapat
    memenuhi ekspektasi dan persetujuan dari pihak- pihak tersebut.
* Inkongruensi
    Inkongruensi antara konsep diri dan pengalaman organismik adalah sumber dari
    gangguan psikologis.
* Sikap defensif
    Sikap defensif adalah perlindungan atas konsep diri dari kecemasan dan ancaman,
    dengan penyangkalan atau distorsi dari pengalaman yang tidak konsisten dengan
    konsep diri.
* Disorganisasi
   Disorganisasi yang mempunyai asal yang sama dengan perilaku defensif normal, yaitu
   perbedaan antara pengalaman organismik manusia dengan pandanagan mereka
   terhadap diri.

Contoh kasus
Contoh pertama seorang wanita yang sopan dan santun, tiba- tiba mulai menggunakan bahasa seksual yang vulgar. Dan contoh kasus kedua ada sesorang pria yang karena konsep dirinya tidak lagi merupakan keseluruhan yang menyatu atau gestalt, mulai berprilaku dalam kebingungan, tidak konsisten, dan tidak dapat di prediksikan.
Menurut saya kedua kasus tersebut merupakan contoh dari disorganisasi karena dalam kasus tersebut perilaku masih konsisten dengan konsep diri, namun konsep dirinya telah dirusak sehingga perilaku yang terlihat cenderung aneh dan membingungkan.


Daftar Pustaka
1.    Feist, J dan Feist. G. 2010. Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika